Panduan Lengkap Pemeliharaan Tanaman Bawang Merah yang Baik & Benar

Bawang Merah

Sebenarnya bawang merah mudah untuk dibudidayakan, Anda hanya perlu memerhatikan beberapa faktor yang menunjang keberhasilan bertanam, seperti tanah yang gembur, subur, dan cukup bahan organik. Proses pertumbuhan pohon juga akan terganggu ketika daerah tersebut sedang memiliki intensitas hujan yang tinggi atau terlalu kering. Dengan demikian, Anda harus memelihara pohon bawang merah dengan cara yang tepat.

Tanaman bawang merah bisa ditanam secara polikultur ataupun monokultur. Umumnya tanaman bawang merah ditanam secara polikultur bersamaan dengan caisim dan kangkung. Walaupun gampang untuk dibudidayakan, Anda juga harus melaksanakan perawatan yang tepat supaya mampu menghasilkan bawang berkualitas dengan harga jual yang tinggi. Berikut ini cara memelihara pohon bawang merah yang tepat.

Pengairan
Bawang merah umumnya ditanam pada musim kemarau karena tanaman ini tidak kuat dengan intensitas hujan yang tinggi serta air yang menggenangi permukaan tanah. Air tersebut akan membuat busuk umbi bawang sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Pengairan yang dibutuhkan untuk memelihara pohon bawang merah sebanyak dua hari sekali. Jika udara terlalu panas, penyiraman dilakukan setiap hari. Penyiraman tersebut terus dilakukan hingga menjelang panen.

Penyulaman
Seluruh bibit yang ditanam di lahan tidak semuanya dapat bertahan hidup, terkadang ada beberapa bibit yang gagal tumbuh dan mati. Apabila ada bibit yang mati harus segera diganti dengan bibit yang baru supaya pertumbuhannya merata dan tak terjadi ketimpangan umur bibit di lahan.

Pemupukan
Jika bawang merah sudah tumbuh, ketika umur 7 hari sesudah tanam semprot dengan POC GDM dengan dosis 2 gelas air mineral setiap tangki dan ulangi setiap 1 minggu sekali. Sebaiknya proses penyemprotan dikerjakan di pagi hari sebelum jam 09.00 WIB atau sesduah jam 16.00 WIB. Terlebih dulu bersihkan tangki dengan cara dicuci sebelum melaksanakan penyemprotan supaya terbebas dari sisa-sisa pestisida kimia yang menempel pada tangki supaya bakteri GDM tak mati dan bisa bekerja secara maksimal untuk pertumbuhan tanaman dan peningkatan hasil panen.

Untuk bakteri yang terkandung dalam POC GDM bisa menghasilkan phytohormone jadi merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak dan ukuran diameter umbi bawang merah akan menjadi lebih besar. Pemberian pupuk anorganik dilaksanakan ketika tanaman bawang merah berumur 10, 20 dan 35 hari sesudah tanam.

Baca Juga:
Atasi Penyakit Keriting Tanaman Cabai dengan Cara Ampuh Ini!
Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?
Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?

Penyiangan
Bila ada gulma yang tumbuh di sekitaran tanaman harus segera disiangi supaya tak mengganggu pertumbuhan pohon bawang merah. Sebab gulma yang tumbuh akan mengambil nutrisi di dalam tanah jadi menghambat penyerapan pohon bawang untuk menyerap nutrisi. Laksanakan proses penyiangan sebanyak 2-3 kali dengan melihat kondisi pertumbuhan gulma di lahan dan dilaksanakan sebelum aplikasi pemupukan susulan. Proses penyiangan disini fungsinya juga bermanfaat untuk meminimalkan serangan hama dan penyakit tanaman.

Pendangiran dan Pembubunan
Arti dari pendangiran disini yaitu penggemburan tanah disekitar tanaman secara rutin supaya tanaman yang sudah dibudidayakan menjadi lebih segar, cepat besar, dan berproduksi dengan sempurna. Sedangkan pembumbunan yaitu penimbunan kembali tanah di pangkal rumpun tanaman, menegakkan tanaman. Pada bagian tanah di sekitar tanaman sering sekali terkikis oleh erosi air terutama air irigasi ataupun air hujan jadi tanah yang ada di sekitar tanaman tak mampu lagi menopang tegaknya tanaman.

Tahapan ini dilaksanakan bersamaan dengan penyiangan ke 2 atau ketika tanaman berumur 4 minggu sesudah tanam. Proses ini bertujuan untuk memperlancar sirkulasi udara tanah dan dikerjakan di sekitar tanaman, apabila dilaksanakan pada bedengan maka kegiatannya yaitu merapikan kembali pinggir-pinggir bedengan yang longsor dan membenahi tanaman yang akarnya muncul ke permukaan tanah.

Pupuk Susulan
Proses pemeliharaan selanjutnya yaitu pemberian pupuk susulan berupa pupuk kandang yang diberikan pada saat empat minggu sesudah tanam dengan dosis 10 ton per hektare.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Jaga dari Hama dan Penyakit
Pohon tanaman bawang merah juga berpotensi terkena serangan hama. Oleh karena itu, waspada kehadiran hama sedini mungkin sebelum menyebar ke semua pohon yang berada di satu lahan yang sama.

Potong Bunga
Lebih baiknya bunga yang muncul dipotong supaya nutrisi yang ada di dalam tanaman bisa terpusat ke pembentukan anak dan pembesaran umbi.

Panen
Ketika umbi sudah mulai terlihat di tanah, proses penyiraman dikurangi dan beberapa hari menjelang panen pohon tak perlu disiram. Tanaman bawang merah bisa dipanen umur 55-90 hari sesudah tanam tergantung dari varietas yang ditanam, jenis tanah dan ketinggian tempat. Berikut ini beberapa tanaman bawang merah yang siap panen:
* Di bagian umbi bawang merah bentuknya sudah sempurna.
* Sebagian besar umbi sudah muncul di permukaan tanah.
* Untuk prosentase daun bawang yang rebah sudah mencapai 80%.
* Sebagian warna daun sudah kuning pucat.
* Di bagian pangkal daun jika dipegang menjadi lemas atau tak kaku.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Panduan Lengkap Pemeliharaan Tanaman Bawang Merah yang Baik & Benar” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Atasi Penyakit Keriting Tanaman Cabai dengan Cara Ampuh Ini!

Daun Cabai Keriting

Sebagian besar para petani cabai mengeluhkan gagal panen karena daun cabai mengeriting akibat serangan hama. Petani cabai tersebut harus menerima kenyataan mereka mengalami gagal panen total. Hama yang dapat menyebabkan daun cabai mengeriting adalah hama yang berwarna kuning kecokelatan saat masih muda dan akan berubah menjadi kehitaman saat sudah tua. Jenis hama ini sangat lembut dan umumnya hidup berkoloni di dalam bunga cabai.

Dampak serangan hama ini bisa mengakibatkan bentuk pohon cabai menjadi tidak karuan karena semua daunnya menjadi keriting. Daunnya pun berubah menjadi belang-belang dan efek yang ditimbulkan yaitu pohon tak menghasilkan buah. Apabila menghasilkan buah, buah cabai yang tumbuh akan cacat dan berbentuk tidak normal serta gampang rontok.

Penyakit ini disebabkan oleh hama thrips yang paling sulit untuk dikendalikan pada cabai. Hama tersebut dapat beranak pinak meskipun tanpa proses perkawinan sehingga pertumbuhan hama tersebut sangat cepat.

Hama tersebut bersembunyi di dalam kelopak bunga cabai pada siang hari. Bila populasinya sudah banyak, hama tersebut bisa ditemui di balik dedaunan. Hama ini berfungsi untuk menularkan tanaman sebagai virus.

Baca Juga:
Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?
Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?
Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!

Cara mengatasi dari hama tersebut, Anda harus melaksanakan pengelolaan tanaman cabai secara terpadu sesuai dengan standar. Harus Anda ingat jangan sampai menanam cabai di dekat tanaman lain seperti tanaman melon, semangka, dan terong. Apabila tanaman sudah terserang hama tersebut cukup parah, labih baik cabut tanaman dan bakar supaya penyebaran hama berkurang.

Untuk cara lain Anda juga bisa memakai perangkap hama yang berbentuk seperti lembaran kertas stiker. Perangkap ini umumnya dipakai untuk menangkap hama-hama seperti thrips, tungau, kutu perak, dan semut. Penggunaan perangkap ini mampu menekan risiko serangan hama pada pohon cabai.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Jika serangan masih bisa diatasi, berikan obat yang sesuai. Oleh karena itu, penting untuk Anda ketahui jenis obat apa yang sesuai. Biasanya petani akan memberikan sembarangan obat, padahal obat tersebut tidak sesuai. Gunakan insektisida khusus untuk membasmi hama, yaitu Dicarzol 25 SP (1—2 gram/l air), Perfekthion 400 EC (1—2 ml/l air) Confidor 200 SL (0,5 ml/l air), Pegasus 500 SC (1—2 ml/l air), dan Regent 50 SC (1—2 ml/l air).

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Atasi Penyakit Keriting Tanaman Cabai dengan Cara Ampuh Ini!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?

Metode Hipobarik

Sebagian besar orang menyimpan buah cabai di dalam kulkas supaya lebih awet. Akan tetapi jika waktu penyimpanannya terlalu lama diletakkan di dalam kulkas, cabai bisa berubah bentuk. Kendala atau masalah yang sering sekali ditemui yaitu cabai jadi gampang kering bahkan busuk. Meski begitu ada trik khusus yang membuat cabai akan awet dalam dan selalu segar dari awal membeli sampai beberapa minggu kemudian.

Lalu bagaimana cara menyimpan cabai selain di kulkas agar lebih awet lagi. Caranya dengan menyimpannya dengan hipobarik. Hipobarik adalah salah satu sistem penyimpanan cabai yang dilakukan dalam satu ruangan dengan kondisi udara tertentu. Cara ini mulai berkembang di beberapa negara maju pada 1960-an hingga kini. Hipobarik merupakan cara penyimpanan yang mahal. Namun, dibandingkan dengan menyimpan di pendingin, cara ini lebih banyak mendatangkan keuntungan.

Keuntungan dari hipobarik yang pertama adalah meningkatkan aspek daya tahan penyimpanannya. Jika daya tahan yang disimpan di dalam pendingin hanya berkisar 10—120 hari, cabai yang disimpan dengan cara ini mampu bertahan hingga 50 hari, terutama untuk cabai hijau.

Baca Juga:
Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?
Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!

Buah cabai yang disimpan dengan cara yang satu ini tak akan kehilangan tekstur renyah, tak mengubah warna buah, dan tak mengurangi mutu buah. Buah cabai yang disimpan dengan cara ini akan selalu mempunyai bentuk seperti buah segar yang baru saja dipetik dari pohonnya.

Metode hipobarik dilaksanakan di ruangan penyimpanan yang mempunyai tekanan, suhu, dan kelembapan udara yang dapat dikontrol. Tekanan yang diperlukan untuk menyimpan cabai agar tetap segar sebesar 4—400 mm Hg dengan suhu udara sekitar 2—5°C dan kelembapan udara berkisar 90—95 persen.

Tekanan udara yang rendah dapat menghambat pembentukan gas etilen pada buah cabai. Gas etilen inilah yang membuat cabai menjadi cepat matang. Sementara, penggunaan suhu rendah diharapkan mampu mencegah gas yang diakibatkan proses respirasi atau pernapasan buah, apalagi saat buah tertumpuk dalam jumlah banyak dalam satu ruangan. Energi respirasi ini dihasilkan dalam bentuk panas.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Suhu panas akan menghambat atau mengurangi penyusupan sumber panas dan dapat menghilangkan akumulasi yang disebabkan pengembunan. Cara-cara tersebut berfungsi untuk menghindarkan cabai dari kemungkinan ditumbuhi oleh jasad renik yang merugikan. Bahkan, dengan tingkat kelembapan yang dikontrol secara intensif dapat mencegah penyusutan buah, menghindarkan buah dari kekeringan, dan dapat menjaga kesegaran buah.

Metode ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda-beda pada setiap jenis cabai. Sebagai contohnya, cabai hijau yang tak tahan suhu dingin disarankan untuk menggunakan suhu penyimpanan antara 7,2—10°C pada tekanan udara sekitar 80 mm Hg. Jika suhu di bawah 7°C cabai hijau mudah rusak, sedangkan suhu di atas 10°C akan memudahkan cabai menjadi matang.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?

Penyangga Tanaman

Membudidayakan tanaman di lahan, ada yang memerlukan perlakuan khusus seperti penyangga atau tempat untuk merambat. Sebaiknya, gunakan penyangga tanaman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi. Berikut ini jenis penyangga tumbuhan sesuai dengan jenis tanaman.

Ajir

Penyangga ajir umumnya hanya berupa tongkat yang ditancapkan di dekat batang tanaman. Fungsinya agar batang tanaman yang baru saja ditanam dapat tumbuh tegak. Ajir sebenarnya hampir bisa digunakan untuk tanaman apa saja yang membutuhkan penyangga, seperti kacang polong, tanaman kacang-kacangan, dan tomat.

Kawat Melingkar

Penyangga yang menggunakan kawat melingkar membutuhkan potongan bilah bambu untuk membentuk kerangka penyangga. Kawat-kawat tipis disusun melingkar dari satu rangka ke rangka lainnya agar tanaman dapat tumbuh merambat mengikuti bentuk kawat. Penyangga kawat melingkar dapat digunakan untuk kacang polong, tomat, dan paprika.

Teepee

Teepee merupakan penyangga yang berbentuk kerucut dengan ujung yang lancip di atas. Teepee biasanya menggunakan 5 potongan bilah bambu untuk membentuk kerangka kerucut dan kawat tipis yang dililitkan di sekeliling kerangka untuk tempat tanaman merambat. Tanaman yang biasanya menggunakan teepee adalah kacang polong, tomat, dan paprika.

Baca Juga:
Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!

Ajir Modifikasi

Jika ajir umumnya hanya berupa tongkat yang ditancapkan, ajir modifikasi memiliki bentuk yang berbeda-beda, biasanya terbuat dari susunan bambu. Meskipun memiliki bentuk berbeda dengan ajir biasanya, fungsi ajir modifikasi sama saja seperti ajir biasa. Tanaman yang bisa menggunakan ajir modifikasi pun sama saja dengan tanaman yang menggunakan ajir biasa.

Tripod

Jika Anda pernah melihat tripod yang biasanya digunakan untuk menyangga kamera, bentuk penyangga tripod sama dengan tripod kamera. Tripod terbuat dari susunan 3 potongan bambu yang dibentuk kerucut. Tanaman yang biasanya menggunakan tripod adalah kacang-kacangan, tomat, dan paprika.

A Frame

Bentuk penyangga “A frame” lebih rumit dibandingkan dengan penyangga sebelumnya. Penyangga “A frame” dibuat seperti gawang yang terbuat dari beberapa potongan kayu, lalu di tengah gawang diberikan beberapa potongan bilang bambu yang lebih tipis, disusun dengan jarak antara potongan. Tanaman yang bisa menggunakan “A frame” adalah kacang polong, tomat dan mentimun.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tralis Datar

Penyangga yang satu ini membentuk seperti tralis yang terbuat dari susunan kayu-kayu . Tanaman yang biasanya meggunakan penyangga ini ialah kacang polong, kacang-kacangan, mentimun, dan melon.

Punjung

Penyangga yang terbentuk seperti pagar rumah ini terbilang penyangga yang paling rumit, tetapi memiliki nilai estetika tertinggi. Penyangga ini biasanya digunakan untuk anggur dan melon.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!

Hama Tanaman Jagung

Serangan hama dan penyakit pohon jagung merupakan salah satu penyebab gagal panen. Oleh karena itu, dibasmi secepat mungkin. Berikut ini cara membasmi hama dan penyakit yang menyerang pohon jagung.

* Hama Lundi/Uret

Lundi/uret merupakan larva yang berasal dari kumbang Holotrichia helleri Brsk. Larva ini akan menyerang akar pohon jagung sehingga membuat pohon menjadi layu. Untuk mengendalikan larva ini, Anda harus mengolah tanah dengan benar untuk memastikan bahwa larva yang berada di dalam tanah sudah mati.

Anda dapat menerapkan pergiliran tanaman dan pengaturan waktu tanam dengan cara menanam jagung ketika sebelum musim hujan. Cara terakhir untuk mengendalikan hama ini adalah dengan menggunakan insektisida.

* Hama Penggerek Tongkol

Hama penggerek tongkol dilakukan oleh larva yang berasal dari ngengat Heliotis armigeraa Hbn. Larva tersebut akan menyerang tongkol beserta pucuk tanaman yang akan mengakibatkan tanaman mati. Selain mati, kemungkinan lain dari efek serangan hama ini adalah membuat produksi tanaman menurun karena bunga jantan tidak berkembang menjadi malai.

Untuk mencegah hama ini, Anda dapat melakukan pergiliran tanaman, penanaman serentak, pemusnahan ulat, dan penyemprotan insektisida pada pucuk tanaman saat tanaman sudah berumur 4 minggu.

Baca Juga:
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!
Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!

* Penyakit Bulai

Penyakit bulai menyerang tanaman yang sudah berumur dua minggu setelah tanam. Penyakit bulai disebabkan oleh cendawan. Cendawan akan membuat pertumbuhan tanaman terhambat dan kualitas tanaman jadi menurun.

Pengendalian penyakit bulai dapat diakukan dengan penerapan pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman dilakukan pada awal musim hujan, tanaman yang terserang penyakit segera dimusnahkan, penyemprotan fungisida, serta penggunaan varietas unggul.

* Penyakit Karat

Penyakit karat merupakan penyakit yang menyerang tumbuhan pada saat sudah memasuki masa akhir pertumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan. Penyakit karat dapat dicegah dengan cara menanam varietas unggul atau varietas tahan karat, menghilangkan tanaman yang sudah terkena penyakit, penyemprotan fungisida, dan pengaturan jarak tanam.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

* Penyakit Busuk Tongkol dan Busuk Biji

Penyakit ini sering muncul saat memasuki musim hujan dan disebabkan oleh cendawan. Tongkol yang terkena penyakit ini akan memiliki ukuran tongkol yang lebih besar dari ukuran normal dan biji jagung berubah warna menjadi cokelat sawo matang. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul, pergiliran tanam, pengaturan jarak tanam, dan penyemprotan fungisida.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!

Pemberian Pupuk Tanaman Cabai

Untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi, pohon cabai memerlukan pemupukan yang tepat dan sesuai dengan kondisi agar mampu memproduksi buah secara optimal. Pemupukan pada cabai bergantung pada jenis tanah dan sistem penanaman yang digunakan. Berikut ini trik jitu pemberian pupuk pada pohon cabai yang tepat dan menghasilkan produksi melimpah.

Pemupukan pada Sistem Monokultur

Penanaman cabai yang menggunakan sistem monokultur di lahan kering dapat diberikan pupuk dasar yang terdiri atas pupuk kandang sebanyak 20—30 kg/hektare dan TSP sebanyak 10—150 kg/hektare.

Pemberian pupuk kedua dilakukan pada saat sebelum tanam dan kemudian akan diberikan pupuk susulan yang terdiri atas urea 100—150 kg/hektare, ZA 300—400 kg/hektare, dan KCL 150—200 kg/hektare. Pupuk akan diberikan pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah masa tanam, masing-masing diberikan dosis 1/3.

Baca Juga:
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!
Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!
Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!

Pemupukan pada Tumpang Gilir

Penanaman cabai yang dilakukan secara tumpang gilir bersama bawang merah di lahan sawah, dianjurkan untuk menggunakan pupuk sebagai berikut. Pemupukan untuk bawang merah dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 10—20 ton/hektare dan TSP sebanyak 150—200 kg/hektare pada 7 hari sebelum ditanam bawang merah.

Pada umur 7 dan 25 hari diberikan urea sebanyak 150—200 kg/hektare, ZK 400—500 kg/hektare, dan KCL 150—200 ton/hektare dengan dosis ½.

Sementara, pupuk pohon cabai diberikan pupuk kandang sebanyak 10—15 ton/hektare dan TSP 100—150 kg/hektare, ZA 300—400 kg/hektare, dan KCL 100—150 kg pada umur 4, 7, 10 pekan setelah masa tanam cabai.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pemupukan dengan Sistem Mulsa

Penanaman cabai memang lebih bagus menggunakan mulsa. Hal ini untuk mencegah hilangnya unsur hara tanaman akibat penguapan dan pencucian, mengurangi tumbuhnya rumput, dan serangan serangga hama aphid dan mite.

Pupuk dasar pohon cabai yang dapat diberikan sebelum tanah ditutupi oleh mulsa adalah 310 kg ZA (atau 150 kg urea pada musim kemarau), 300 kg NPK Grand S-15 dan 100 kg Grand K Prill, serta 15—20 ton pupuk kandang yang sudah matang.

Pupuk susulan yang akan diberikan pada umur 20 hari setelah tanam adalah 5 kg Grand S-15 yang dilarutkan dengan 200 liter air untuk 800 tanaman dengan interval pemupukan 10 hari. Pada pupuk pohon cabai susulan yang ketiga, perlu ditambahkan dengan Grand K Kristal sebanyak 2 kg per 200 liter air.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!

Cabe

Pohon cabai pada umumnya lebih cocok untuk tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia. Meskipun begitu, tanaman ini memerlukan persyaratan khusus agar berhasil tumbuh dengan baik. Berikut ini persyaratan yang dapat mendukung pertumbuhan pohon cabai.

Ketinggian Lokasi Kebun

Ketinggian lokasi lahan perkebunan berpengaruh terhadap jenis cabai yang akan ditanam. Ketinggian suatu daerah akan berpengaruh terhadap kondisi suhu di sekitarnya. Setiap kenaikan tinggi permukaan suatu lokasi sebanyak 100 m, akan mengakibatkan penurunan suhu udara sebesar 0,57 hingga 1 derajat Celsius.

Setiap jenis cabai memiliki kriteria ketinggian tertentu. Cabai paprika yang ditanam di daerah dataran rendah dengan tingkat suhu udara yang tinggi tidak akan bisa tumbuh dengan baik. Cabai paprika dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara sebesar 21—27°C pada siang hari dan pada malam hari sebesar 13—16°C.

Iklim

Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tingkat kelembapan suatu daerah juga akan tinggi. Tingkat kelembapan dapat memengaruhi intensitas bakteri Pseudomonas solanacearum yang merupakan bakteri penyebab tumbuhan cabai menjadi layu. Bukan hanya bakteri, lingkungan yang lembap juga mendukung pertumbuhan cendawan atau jamur penyebab penyakit pada pohon cabai.

Baca Juga:
Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!
Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!
6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!

Curah hujan yang sesuai dengan pohon cabai sekitar 600—1.250 mm per tahun, atau 50—150 mm per bulan. Hujan yang terlalu deras juga dapat menyebabkan bunga cabai rontok sehingga serangga tidak dapat melakukan penyerbukan.

Intensitas Cahaya

Saat tanaman cabai berbunga, tanaman sedang membutuhkan penyinaran cahaya yang cukup banyak. Tanaman yang tertutupi akan mengalami pertumbuhan yang terhambat. Namun, penyinaran terhadap pohon cabai juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Pohon yang terlalu lama menerima paparan sinar matahari juga akan tumbuh tidak baik. Intensitas cahaya yang ideal untuk tanaman cabai sekitar 60—75 persen.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Air

Keberadaan air menjadi peran penting dalam aktivitas pertanian. Lahan tanam yang mengalami kesulitan air atau kelebihan air hingga becek akan mengalami aerasi udara di dalam tanah sehingga menghentikan fungsi akar dan mematikan tanaman.

Tanah

Tanah tempat pohon cabai tumbuh harus subur dan kaya akan berbagai bahan organik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Namun, jenis tanah juga menentukan jenis tanaman cabai yang akan ditanam.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!

Cara Merawat Tanaman

Umumnya proses pemeliharaan dilaksanakan dengan penyiraman dan pemupukan. Sementara, untuk tanaman sayur dan buah memerlukan pengairan dan pemangkasan. Sangat penting untuk memelihara tanaman di polibag atau pot supaya tumbuhan berproduksi dengan baik dan memperoleh hasil yang lebih optimal. Berikut penjelasan singkat mengenai proses pemeliharaan tanaman.

Penyiraman

Dalam proses pemeliharaan yang paling utama dan pertama yaitu penyiraman terhadap tanaman. Penyiraman diperlukan untuk menjamin ketersediaan air bagi tanaman. Terlebih lagi ketika musim kemarau penyiraman sangat perlu untuk dilaksanakan. Dan bahkan, frekuensi penyiraman akan lebih banyak. Proses penyiraman dalam memelihara tanaman di polibag atau pot terbilang cukup gampang dilaksanakan karena tanaman bisa dipindah tempat.

Pemberian Pupuk

Pemupukan susulan pada tanaman sayuran seperti bayam, kangkung, dan selada bisa Anda laksanakan pada hari ke-15 sesudah tanaman ditanam. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Tahap pemupukan dilaksanakan dengan cara ditaburkan ke sulur media tanam dengan jumlah secukupnya.

Baca Juga:
Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!
6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!
Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak

Jika tanaman sudah diberi pupuk, hal selanjutnya yaitu tanaman ditaruh di tempat yang terpapar sinar matahari. Pada sore hari, pupuk bisa disiram bersamaan dengan menyiram tanaman. Hal ini bertujuan untuk penyerapan pupuk ke dalam tanah sehingga kandungan nutrisi yang ada di dalam pupuk terserap ke dalam akar.

Pemupukan untuk tanaman sayur buah seperti cabai, tomat, terung, dan lainnya bisa dilaksanakan ketika satu minggu sesudah penanaman. Dan dosis yang diberikan sebanyak satu genggam tangan.

Pengajiran

Tahap selanjutnya yaitu pengajiran yang merupakan proses pemasangan bilah bambu atau kayu pada polibag yang fungsinya untuk menjaga supaya batang tanaman tetap tumbuh tegak pada saat tanaman semakin membesar dan mulai memasuki masa produksi.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Proses pengajiran bisa dilaksanakan ketika tanaman masih kecil atau setelah bibit dipindahkan ke dalam polibag. Bilah bambu yang dipakai akan ditancapkan ke dalam tanah dan tanaman akan diikat menggunakan tali supaya tetap rapih. Umumnya tanaman yang dilaksanakan proses pengajiran yaitu seperti sayuran buah seperti tomat, cabai, dan terung.

Pemangkasan atau Perempelan

Dan yang terakhir yakni proses pemangkasan atau perempelan sama seperti pengajiran dilaksanakan untuk tanaman sayur buah seperti tomat dan cabai. Pemangkasan dilaksanakan untuk menghilangkan tunas air atau tunas yang tumbuh pada ketiak daun. Tujuannya adalah supaya tanaman fokus tumbuh di bagian tertentu. Tak hanya itu, untuk mengurangi risiko serangan hama penyakit karena tanaman terlalu rimbun.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!

Budidaya Tanaman Cabai

Memperpanjang umur tanaman cabai bisa mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda bagi para petani. Petani tak perlu melaksanakan penanaman bibit yang kedua ataupun ketiga. Dengan begitu, petani bisa menghemat biaya penanaman. Yang artinya, petani bisa memperoleh keuntungan tiga kali panen dengan hanya sekali tanam.

Apabila petani melaksanakan perpanjangan umur tanaman cabai, pada masa panen kedua petani tak perlu mengeluarkan biaya tanam namun hanya biaya perawatan seperti pemupukan, pengobatan, serta tenaga kerja dan biaya pemeliharaan lainnya. Apabila ditotal, biaya yang dikeluarkan hanya 25% dari biaya penanaman.

Penyusutan produksi pada tanaman cabai yang dipanjangkan umurnya hanya berlangsung sekitar 15% dari total produksi pada periode pertama. Bila dilaksanakan dengan benar, penyusutan tak akan menjadi masalah. Hasil yang diperoleh masih akan tetap besar.

Pada periode panen ketiga, petani juga hanya akan mengeluarkan biaya perawatan tanaman cabai yang hanya 25% dari modal awal. Penyusutan produksi di panen ketiga ini terjadi sekitar 30%. Pada periode panen ini petani masih akan tetap memperoleh keuntungan yang besar.

Baca Juga:
6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!
Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak
Jangan Diabaikan, Ini Fase-fase Pemupukan Stroberi yang Harus Dipenuhi

Perpanjangan umur produktif tanaman cabai hanya efektif sampai periode panen ketiga. Apabila lebih dari itu, tanaman sudah tak akan produktif dan tak menguntungkan bagi petani. Mau tau bagaimana caranya silakan klik DISINI

Sesudah periode panen ketiga, tanaman akan terus berkembang dan mulai tak mampu tegak berdiri jadi membantukan tiang penyangga. Pada masa ini cabang pohon akan semakin meninggi dan merambat jadi menyatu dengan pohon yang berada di sebelahnya. Kondisi tanaman yang semakin rapat akan mengakibatkan tingkat kelembapan tinggi dan berujung dengan serangan hama karena tingkat kelembapan yang rendah.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Ketika kondisi tanaman sudah mulai terserang hama, petani juga harus mengeluarkan biaya pengobatan yang cukup besar. Ini karena hama gampang menyebar antara pohon satu dan yang lainnya. Oleh karena itu, pohon cabai hanya efektif dilaksanakan perpanjangan umur selama tiga kali periode panen saja.

Umur cabai setiap satu musim yaitu enam bulan. Dengan begitu, bila dilaksanakan perpanjangan, umur tanaman akan menjadi delapan belas sampai dua puluh bulan. Satu musim cabai bisa dipetik sebanyak enam belas sampai dua puluh petikan. Apabila umur cabai mencapai tiga musim, jumlah petikan yang dapat dilaksanakan oleh petani adalah enam puluh kali petikan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!

Sayuran Unik

Tak banyak orang tahu, ada beberapa jenis sayuran unik di dunia ini. Keberadaan sayuran unik ini tak banyak dikulik sebab bentuknya yang masih belum bisa diterima oleh umum. Alasan ynag lainnya juga karena budidaya sayuran ini belum begitu luas dan dibudidayakan dalam jumlah banyak. Akan tetapi, bagi masyarakat lokal setempat, sayuran ini bisa diolah menjadi hidangan lezat yang kaya akan kandungan zat gizi.

Romanesco

Romanesco

Hampir mirip seperti bunga kol, sayuran ini mempunyai warna hijau cerah yang mencolok. Bisa dibilang romanesco masih berkerabat dengan bunga kol itu sendiri. Meskipun tak populer, sayuran ini kaya akan berbagai kandungan yang baik bagi tubuh. Mulai dari vitamin C, vitamin K, serta kandungan yang lainnya.

Daikon

Daikon

Sepintas, penampilan daikon hampir mirip dengan wortel. Hanya saja, rasanya lebih pedas dan dipakai pada beberapa jenis masakan Asia. Sayuran ini mengandung vitamin C, kalium, tembaga, dan asam folat yang baik bagi perkembangan manusia.

Dulse

Dulse

Dulse merupakan salah satu jenis rumput laut yang ada di wilayah Atlantik Utara. Oleh masyarakat setempat, tumbuhan ini dipakai sebagai bahan baku masakan. Salah satu olahan dulse yang paling diminati yaitu sup casserole. Kandungan vitamin B pada rumput laut ini cukup tinggi. Bukan hanya itu, dulse juga mengandung serat dan merupakan sumber protein.

Baca Juga:
Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak
Jangan Diabaikan, Ini Fase-fase Pemupukan Stroberi yang Harus Dipenuhi
Ternyata Ini Alasan Udang Vaname Banyak Dibudidayakan!

Mashua

Mashua

Di daerah Amerika Selatan kaya akan tanaman ini. Mashua merupakan umbi berwarna kuning, merah, dan ungu yang dipakai sebagai lalapan alias dimakan mentah-mentah oleh penduduk lokal setempat. Rasanya sedikit pedas menjadikan umbi ini banyak diminati.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Yardlong

Yardlong

Salah satu diantara varian kacang polong hijau ini adalah tanaman yang tumbuh subur di daratan Cina. Tak heran jika nama lain bagi yardlong merupakan kacang panjang Cina. Umumnya, sayuran ini diolah dengan cara dicampur dalam masakan tumisan khas Tiongkok.

Shampire

Shampire

Bentuk dari shampire ini hampir mirip dengan asparagus. Sebutan bagi sayuran ini merupakan asparagus laut. Shampire sering dipakai sebagai sayuran pelengkap pada berbagai hidangan olahan ikan. Di Ingris, acar shampire dipakai sebagai tambahan menu salad.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3