Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?

Metode Hipobarik

Sebagian besar orang menyimpan buah cabai di dalam kulkas supaya lebih awet. Akan tetapi jika waktu penyimpanannya terlalu lama diletakkan di dalam kulkas, cabai bisa berubah bentuk. Kendala atau masalah yang sering sekali ditemui yaitu cabai jadi gampang kering bahkan busuk. Meski begitu ada trik khusus yang membuat cabai akan awet dalam dan selalu segar dari awal membeli sampai beberapa minggu kemudian.

Lalu bagaimana cara menyimpan cabai selain di kulkas agar lebih awet lagi. Caranya dengan menyimpannya dengan hipobarik. Hipobarik adalah salah satu sistem penyimpanan cabai yang dilakukan dalam satu ruangan dengan kondisi udara tertentu. Cara ini mulai berkembang di beberapa negara maju pada 1960-an hingga kini. Hipobarik merupakan cara penyimpanan yang mahal. Namun, dibandingkan dengan menyimpan di pendingin, cara ini lebih banyak mendatangkan keuntungan.

Keuntungan dari hipobarik yang pertama adalah meningkatkan aspek daya tahan penyimpanannya. Jika daya tahan yang disimpan di dalam pendingin hanya berkisar 10—120 hari, cabai yang disimpan dengan cara ini mampu bertahan hingga 50 hari, terutama untuk cabai hijau.

Baca Juga:
Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?
Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!

Buah cabai yang disimpan dengan cara yang satu ini tak akan kehilangan tekstur renyah, tak mengubah warna buah, dan tak mengurangi mutu buah. Buah cabai yang disimpan dengan cara ini akan selalu mempunyai bentuk seperti buah segar yang baru saja dipetik dari pohonnya.

Metode hipobarik dilaksanakan di ruangan penyimpanan yang mempunyai tekanan, suhu, dan kelembapan udara yang dapat dikontrol. Tekanan yang diperlukan untuk menyimpan cabai agar tetap segar sebesar 4—400 mm Hg dengan suhu udara sekitar 2—5°C dan kelembapan udara berkisar 90—95 persen.

Tekanan udara yang rendah dapat menghambat pembentukan gas etilen pada buah cabai. Gas etilen inilah yang membuat cabai menjadi cepat matang. Sementara, penggunaan suhu rendah diharapkan mampu mencegah gas yang diakibatkan proses respirasi atau pernapasan buah, apalagi saat buah tertumpuk dalam jumlah banyak dalam satu ruangan. Energi respirasi ini dihasilkan dalam bentuk panas.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Suhu panas akan menghambat atau mengurangi penyusupan sumber panas dan dapat menghilangkan akumulasi yang disebabkan pengembunan. Cara-cara tersebut berfungsi untuk menghindarkan cabai dari kemungkinan ditumbuhi oleh jasad renik yang merugikan. Bahkan, dengan tingkat kelembapan yang dikontrol secara intensif dapat mencegah penyusutan buah, menghindarkan buah dari kekeringan, dan dapat menjaga kesegaran buah.

Metode ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda-beda pada setiap jenis cabai. Sebagai contohnya, cabai hijau yang tak tahan suhu dingin disarankan untuk menggunakan suhu penyimpanan antara 7,2—10°C pada tekanan udara sekitar 80 mm Hg. Jika suhu di bawah 7°C cabai hijau mudah rusak, sedangkan suhu di atas 10°C akan memudahkan cabai menjadi matang.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?

Penyangga Tanaman

Membudidayakan tanaman di lahan, ada yang memerlukan perlakuan khusus seperti penyangga atau tempat untuk merambat. Sebaiknya, gunakan penyangga tanaman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi. Berikut ini jenis penyangga tumbuhan sesuai dengan jenis tanaman.

Ajir

Penyangga ajir umumnya hanya berupa tongkat yang ditancapkan di dekat batang tanaman. Fungsinya agar batang tanaman yang baru saja ditanam dapat tumbuh tegak. Ajir sebenarnya hampir bisa digunakan untuk tanaman apa saja yang membutuhkan penyangga, seperti kacang polong, tanaman kacang-kacangan, dan tomat.

Kawat Melingkar

Penyangga yang menggunakan kawat melingkar membutuhkan potongan bilah bambu untuk membentuk kerangka penyangga. Kawat-kawat tipis disusun melingkar dari satu rangka ke rangka lainnya agar tanaman dapat tumbuh merambat mengikuti bentuk kawat. Penyangga kawat melingkar dapat digunakan untuk kacang polong, tomat, dan paprika.

Teepee

Teepee merupakan penyangga yang berbentuk kerucut dengan ujung yang lancip di atas. Teepee biasanya menggunakan 5 potongan bilah bambu untuk membentuk kerangka kerucut dan kawat tipis yang dililitkan di sekeliling kerangka untuk tempat tanaman merambat. Tanaman yang biasanya menggunakan teepee adalah kacang polong, tomat, dan paprika.

Baca Juga:
Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!

Ajir Modifikasi

Jika ajir umumnya hanya berupa tongkat yang ditancapkan, ajir modifikasi memiliki bentuk yang berbeda-beda, biasanya terbuat dari susunan bambu. Meskipun memiliki bentuk berbeda dengan ajir biasanya, fungsi ajir modifikasi sama saja seperti ajir biasa. Tanaman yang bisa menggunakan ajir modifikasi pun sama saja dengan tanaman yang menggunakan ajir biasa.

Tripod

Jika Anda pernah melihat tripod yang biasanya digunakan untuk menyangga kamera, bentuk penyangga tripod sama dengan tripod kamera. Tripod terbuat dari susunan 3 potongan bambu yang dibentuk kerucut. Tanaman yang biasanya menggunakan tripod adalah kacang-kacangan, tomat, dan paprika.

A Frame

Bentuk penyangga “A frame” lebih rumit dibandingkan dengan penyangga sebelumnya. Penyangga “A frame” dibuat seperti gawang yang terbuat dari beberapa potongan kayu, lalu di tengah gawang diberikan beberapa potongan bilang bambu yang lebih tipis, disusun dengan jarak antara potongan. Tanaman yang bisa menggunakan “A frame” adalah kacang polong, tomat dan mentimun.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tralis Datar

Penyangga yang satu ini membentuk seperti tralis yang terbuat dari susunan kayu-kayu . Tanaman yang biasanya meggunakan penyangga ini ialah kacang polong, kacang-kacangan, mentimun, dan melon.

Punjung

Penyangga yang terbentuk seperti pagar rumah ini terbilang penyangga yang paling rumit, tetapi memiliki nilai estetika tertinggi. Penyangga ini biasanya digunakan untuk anggur dan melon.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!

Hama Tanaman Jagung

Serangan hama dan penyakit pohon jagung merupakan salah satu penyebab gagal panen. Oleh karena itu, dibasmi secepat mungkin. Berikut ini cara membasmi hama dan penyakit yang menyerang pohon jagung.

* Hama Lundi/Uret

Lundi/uret merupakan larva yang berasal dari kumbang Holotrichia helleri Brsk. Larva ini akan menyerang akar pohon jagung sehingga membuat pohon menjadi layu. Untuk mengendalikan larva ini, Anda harus mengolah tanah dengan benar untuk memastikan bahwa larva yang berada di dalam tanah sudah mati.

Anda dapat menerapkan pergiliran tanaman dan pengaturan waktu tanam dengan cara menanam jagung ketika sebelum musim hujan. Cara terakhir untuk mengendalikan hama ini adalah dengan menggunakan insektisida.

* Hama Penggerek Tongkol

Hama penggerek tongkol dilakukan oleh larva yang berasal dari ngengat Heliotis armigeraa Hbn. Larva tersebut akan menyerang tongkol beserta pucuk tanaman yang akan mengakibatkan tanaman mati. Selain mati, kemungkinan lain dari efek serangan hama ini adalah membuat produksi tanaman menurun karena bunga jantan tidak berkembang menjadi malai.

Untuk mencegah hama ini, Anda dapat melakukan pergiliran tanaman, penanaman serentak, pemusnahan ulat, dan penyemprotan insektisida pada pucuk tanaman saat tanaman sudah berumur 4 minggu.

Baca Juga:
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!
Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!

* Penyakit Bulai

Penyakit bulai menyerang tanaman yang sudah berumur dua minggu setelah tanam. Penyakit bulai disebabkan oleh cendawan. Cendawan akan membuat pertumbuhan tanaman terhambat dan kualitas tanaman jadi menurun.

Pengendalian penyakit bulai dapat diakukan dengan penerapan pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman dilakukan pada awal musim hujan, tanaman yang terserang penyakit segera dimusnahkan, penyemprotan fungisida, serta penggunaan varietas unggul.

* Penyakit Karat

Penyakit karat merupakan penyakit yang menyerang tumbuhan pada saat sudah memasuki masa akhir pertumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan. Penyakit karat dapat dicegah dengan cara menanam varietas unggul atau varietas tahan karat, menghilangkan tanaman yang sudah terkena penyakit, penyemprotan fungisida, dan pengaturan jarak tanam.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

* Penyakit Busuk Tongkol dan Busuk Biji

Penyakit ini sering muncul saat memasuki musim hujan dan disebabkan oleh cendawan. Tongkol yang terkena penyakit ini akan memiliki ukuran tongkol yang lebih besar dari ukuran normal dan biji jagung berubah warna menjadi cokelat sawo matang. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul, pergiliran tanam, pengaturan jarak tanam, dan penyemprotan fungisida.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3