Panduan Lengkap Pemeliharaan Tanaman Bawang Merah yang Baik & Benar

Bawang Merah

Sebenarnya bawang merah mudah untuk dibudidayakan, Anda hanya perlu memerhatikan beberapa faktor yang menunjang keberhasilan bertanam, seperti tanah yang gembur, subur, dan cukup bahan organik. Proses pertumbuhan pohon juga akan terganggu ketika daerah tersebut sedang memiliki intensitas hujan yang tinggi atau terlalu kering. Dengan demikian, Anda harus memelihara pohon bawang merah dengan cara yang tepat.

Tanaman bawang merah bisa ditanam secara polikultur ataupun monokultur. Umumnya tanaman bawang merah ditanam secara polikultur bersamaan dengan caisim dan kangkung. Walaupun gampang untuk dibudidayakan, Anda juga harus melaksanakan perawatan yang tepat supaya mampu menghasilkan bawang berkualitas dengan harga jual yang tinggi. Berikut ini cara memelihara pohon bawang merah yang tepat.

Pengairan
Bawang merah umumnya ditanam pada musim kemarau karena tanaman ini tidak kuat dengan intensitas hujan yang tinggi serta air yang menggenangi permukaan tanah. Air tersebut akan membuat busuk umbi bawang sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

Pengairan yang dibutuhkan untuk memelihara pohon bawang merah sebanyak dua hari sekali. Jika udara terlalu panas, penyiraman dilakukan setiap hari. Penyiraman tersebut terus dilakukan hingga menjelang panen.

Penyulaman
Seluruh bibit yang ditanam di lahan tidak semuanya dapat bertahan hidup, terkadang ada beberapa bibit yang gagal tumbuh dan mati. Apabila ada bibit yang mati harus segera diganti dengan bibit yang baru supaya pertumbuhannya merata dan tak terjadi ketimpangan umur bibit di lahan.

Pemupukan
Jika bawang merah sudah tumbuh, ketika umur 7 hari sesudah tanam semprot dengan POC GDM dengan dosis 2 gelas air mineral setiap tangki dan ulangi setiap 1 minggu sekali. Sebaiknya proses penyemprotan dikerjakan di pagi hari sebelum jam 09.00 WIB atau sesduah jam 16.00 WIB. Terlebih dulu bersihkan tangki dengan cara dicuci sebelum melaksanakan penyemprotan supaya terbebas dari sisa-sisa pestisida kimia yang menempel pada tangki supaya bakteri GDM tak mati dan bisa bekerja secara maksimal untuk pertumbuhan tanaman dan peningkatan hasil panen.

Untuk bakteri yang terkandung dalam POC GDM bisa menghasilkan phytohormone jadi merangsang pertumbuhan anakan umbi bawang menjadi banyak dan ukuran diameter umbi bawang merah akan menjadi lebih besar. Pemberian pupuk anorganik dilaksanakan ketika tanaman bawang merah berumur 10, 20 dan 35 hari sesudah tanam.

Baca Juga:
Atasi Penyakit Keriting Tanaman Cabai dengan Cara Ampuh Ini!
Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?
Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?

Penyiangan
Bila ada gulma yang tumbuh di sekitaran tanaman harus segera disiangi supaya tak mengganggu pertumbuhan pohon bawang merah. Sebab gulma yang tumbuh akan mengambil nutrisi di dalam tanah jadi menghambat penyerapan pohon bawang untuk menyerap nutrisi. Laksanakan proses penyiangan sebanyak 2-3 kali dengan melihat kondisi pertumbuhan gulma di lahan dan dilaksanakan sebelum aplikasi pemupukan susulan. Proses penyiangan disini fungsinya juga bermanfaat untuk meminimalkan serangan hama dan penyakit tanaman.

Pendangiran dan Pembubunan
Arti dari pendangiran disini yaitu penggemburan tanah disekitar tanaman secara rutin supaya tanaman yang sudah dibudidayakan menjadi lebih segar, cepat besar, dan berproduksi dengan sempurna. Sedangkan pembumbunan yaitu penimbunan kembali tanah di pangkal rumpun tanaman, menegakkan tanaman. Pada bagian tanah di sekitar tanaman sering sekali terkikis oleh erosi air terutama air irigasi ataupun air hujan jadi tanah yang ada di sekitar tanaman tak mampu lagi menopang tegaknya tanaman.

Tahapan ini dilaksanakan bersamaan dengan penyiangan ke 2 atau ketika tanaman berumur 4 minggu sesudah tanam. Proses ini bertujuan untuk memperlancar sirkulasi udara tanah dan dikerjakan di sekitar tanaman, apabila dilaksanakan pada bedengan maka kegiatannya yaitu merapikan kembali pinggir-pinggir bedengan yang longsor dan membenahi tanaman yang akarnya muncul ke permukaan tanah.

Pupuk Susulan
Proses pemeliharaan selanjutnya yaitu pemberian pupuk susulan berupa pupuk kandang yang diberikan pada saat empat minggu sesudah tanam dengan dosis 10 ton per hektare.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Jaga dari Hama dan Penyakit
Pohon tanaman bawang merah juga berpotensi terkena serangan hama. Oleh karena itu, waspada kehadiran hama sedini mungkin sebelum menyebar ke semua pohon yang berada di satu lahan yang sama.

Potong Bunga
Lebih baiknya bunga yang muncul dipotong supaya nutrisi yang ada di dalam tanaman bisa terpusat ke pembentukan anak dan pembesaran umbi.

Panen
Ketika umbi sudah mulai terlihat di tanah, proses penyiraman dikurangi dan beberapa hari menjelang panen pohon tak perlu disiram. Tanaman bawang merah bisa dipanen umur 55-90 hari sesudah tanam tergantung dari varietas yang ditanam, jenis tanah dan ketinggian tempat. Berikut ini beberapa tanaman bawang merah yang siap panen:
* Di bagian umbi bawang merah bentuknya sudah sempurna.
* Sebagian besar umbi sudah muncul di permukaan tanah.
* Untuk prosentase daun bawang yang rebah sudah mencapai 80%.
* Sebagian warna daun sudah kuning pucat.
* Di bagian pangkal daun jika dipegang menjadi lemas atau tak kaku.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Panduan Lengkap Pemeliharaan Tanaman Bawang Merah yang Baik & Benar” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Atasi Penyakit Keriting Tanaman Cabai dengan Cara Ampuh Ini!

Daun Cabai Keriting

Sebagian besar para petani cabai mengeluhkan gagal panen karena daun cabai mengeriting akibat serangan hama. Petani cabai tersebut harus menerima kenyataan mereka mengalami gagal panen total. Hama yang dapat menyebabkan daun cabai mengeriting adalah hama yang berwarna kuning kecokelatan saat masih muda dan akan berubah menjadi kehitaman saat sudah tua. Jenis hama ini sangat lembut dan umumnya hidup berkoloni di dalam bunga cabai.

Dampak serangan hama ini bisa mengakibatkan bentuk pohon cabai menjadi tidak karuan karena semua daunnya menjadi keriting. Daunnya pun berubah menjadi belang-belang dan efek yang ditimbulkan yaitu pohon tak menghasilkan buah. Apabila menghasilkan buah, buah cabai yang tumbuh akan cacat dan berbentuk tidak normal serta gampang rontok.

Penyakit ini disebabkan oleh hama thrips yang paling sulit untuk dikendalikan pada cabai. Hama tersebut dapat beranak pinak meskipun tanpa proses perkawinan sehingga pertumbuhan hama tersebut sangat cepat.

Hama tersebut bersembunyi di dalam kelopak bunga cabai pada siang hari. Bila populasinya sudah banyak, hama tersebut bisa ditemui di balik dedaunan. Hama ini berfungsi untuk menularkan tanaman sebagai virus.

Baca Juga:
Hipobarik! Metode Terkini Penyimpanan Cabai, Mau Tau Caranya?
Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?
Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!

Cara mengatasi dari hama tersebut, Anda harus melaksanakan pengelolaan tanaman cabai secara terpadu sesuai dengan standar. Harus Anda ingat jangan sampai menanam cabai di dekat tanaman lain seperti tanaman melon, semangka, dan terong. Apabila tanaman sudah terserang hama tersebut cukup parah, labih baik cabut tanaman dan bakar supaya penyebaran hama berkurang.

Untuk cara lain Anda juga bisa memakai perangkap hama yang berbentuk seperti lembaran kertas stiker. Perangkap ini umumnya dipakai untuk menangkap hama-hama seperti thrips, tungau, kutu perak, dan semut. Penggunaan perangkap ini mampu menekan risiko serangan hama pada pohon cabai.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Jika serangan masih bisa diatasi, berikan obat yang sesuai. Oleh karena itu, penting untuk Anda ketahui jenis obat apa yang sesuai. Biasanya petani akan memberikan sembarangan obat, padahal obat tersebut tidak sesuai. Gunakan insektisida khusus untuk membasmi hama, yaitu Dicarzol 25 SP (1—2 gram/l air), Perfekthion 400 EC (1—2 ml/l air) Confidor 200 SL (0,5 ml/l air), Pegasus 500 SC (1—2 ml/l air), dan Regent 50 SC (1—2 ml/l air).

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Atasi Penyakit Keriting Tanaman Cabai dengan Cara Ampuh Ini!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3