Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?

Penyangga Tanaman

Membudidayakan tanaman di lahan, ada yang memerlukan perlakuan khusus seperti penyangga atau tempat untuk merambat. Sebaiknya, gunakan penyangga tanaman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi. Berikut ini jenis penyangga tumbuhan sesuai dengan jenis tanaman.

Ajir

Penyangga ajir umumnya hanya berupa tongkat yang ditancapkan di dekat batang tanaman. Fungsinya agar batang tanaman yang baru saja ditanam dapat tumbuh tegak. Ajir sebenarnya hampir bisa digunakan untuk tanaman apa saja yang membutuhkan penyangga, seperti kacang polong, tanaman kacang-kacangan, dan tomat.

Kawat Melingkar

Penyangga yang menggunakan kawat melingkar membutuhkan potongan bilah bambu untuk membentuk kerangka penyangga. Kawat-kawat tipis disusun melingkar dari satu rangka ke rangka lainnya agar tanaman dapat tumbuh merambat mengikuti bentuk kawat. Penyangga kawat melingkar dapat digunakan untuk kacang polong, tomat, dan paprika.

Teepee

Teepee merupakan penyangga yang berbentuk kerucut dengan ujung yang lancip di atas. Teepee biasanya menggunakan 5 potongan bilah bambu untuk membentuk kerangka kerucut dan kawat tipis yang dililitkan di sekeliling kerangka untuk tempat tanaman merambat. Tanaman yang biasanya menggunakan teepee adalah kacang polong, tomat, dan paprika.

Baca Juga:
Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!

Ajir Modifikasi

Jika ajir umumnya hanya berupa tongkat yang ditancapkan, ajir modifikasi memiliki bentuk yang berbeda-beda, biasanya terbuat dari susunan bambu. Meskipun memiliki bentuk berbeda dengan ajir biasanya, fungsi ajir modifikasi sama saja seperti ajir biasa. Tanaman yang bisa menggunakan ajir modifikasi pun sama saja dengan tanaman yang menggunakan ajir biasa.

Tripod

Jika Anda pernah melihat tripod yang biasanya digunakan untuk menyangga kamera, bentuk penyangga tripod sama dengan tripod kamera. Tripod terbuat dari susunan 3 potongan bambu yang dibentuk kerucut. Tanaman yang biasanya menggunakan tripod adalah kacang-kacangan, tomat, dan paprika.

A Frame

Bentuk penyangga “A frame” lebih rumit dibandingkan dengan penyangga sebelumnya. Penyangga “A frame” dibuat seperti gawang yang terbuat dari beberapa potongan kayu, lalu di tengah gawang diberikan beberapa potongan bilang bambu yang lebih tipis, disusun dengan jarak antara potongan. Tanaman yang bisa menggunakan “A frame” adalah kacang polong, tomat dan mentimun.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tralis Datar

Penyangga yang satu ini membentuk seperti tralis yang terbuat dari susunan kayu-kayu . Tanaman yang biasanya meggunakan penyangga ini ialah kacang polong, kacang-kacangan, mentimun, dan melon.

Punjung

Penyangga yang terbentuk seperti pagar rumah ini terbilang penyangga yang paling rumit, tetapi memiliki nilai estetika tertinggi. Penyangga ini biasanya digunakan untuk anggur dan melon.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Jenis Penyangga Tumbuhan yang Harus Anda Tau, Apa Saja?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!

Hama Tanaman Jagung

Serangan hama dan penyakit pohon jagung merupakan salah satu penyebab gagal panen. Oleh karena itu, dibasmi secepat mungkin. Berikut ini cara membasmi hama dan penyakit yang menyerang pohon jagung.

* Hama Lundi/Uret

Lundi/uret merupakan larva yang berasal dari kumbang Holotrichia helleri Brsk. Larva ini akan menyerang akar pohon jagung sehingga membuat pohon menjadi layu. Untuk mengendalikan larva ini, Anda harus mengolah tanah dengan benar untuk memastikan bahwa larva yang berada di dalam tanah sudah mati.

Anda dapat menerapkan pergiliran tanaman dan pengaturan waktu tanam dengan cara menanam jagung ketika sebelum musim hujan. Cara terakhir untuk mengendalikan hama ini adalah dengan menggunakan insektisida.

* Hama Penggerek Tongkol

Hama penggerek tongkol dilakukan oleh larva yang berasal dari ngengat Heliotis armigeraa Hbn. Larva tersebut akan menyerang tongkol beserta pucuk tanaman yang akan mengakibatkan tanaman mati. Selain mati, kemungkinan lain dari efek serangan hama ini adalah membuat produksi tanaman menurun karena bunga jantan tidak berkembang menjadi malai.

Untuk mencegah hama ini, Anda dapat melakukan pergiliran tanaman, penanaman serentak, pemusnahan ulat, dan penyemprotan insektisida pada pucuk tanaman saat tanaman sudah berumur 4 minggu.

Baca Juga:
Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!
Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!

* Penyakit Bulai

Penyakit bulai menyerang tanaman yang sudah berumur dua minggu setelah tanam. Penyakit bulai disebabkan oleh cendawan. Cendawan akan membuat pertumbuhan tanaman terhambat dan kualitas tanaman jadi menurun.

Pengendalian penyakit bulai dapat diakukan dengan penerapan pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman dilakukan pada awal musim hujan, tanaman yang terserang penyakit segera dimusnahkan, penyemprotan fungisida, serta penggunaan varietas unggul.

* Penyakit Karat

Penyakit karat merupakan penyakit yang menyerang tumbuhan pada saat sudah memasuki masa akhir pertumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan. Penyakit karat dapat dicegah dengan cara menanam varietas unggul atau varietas tahan karat, menghilangkan tanaman yang sudah terkena penyakit, penyemprotan fungisida, dan pengaturan jarak tanam.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

* Penyakit Busuk Tongkol dan Busuk Biji

Penyakit ini sering muncul saat memasuki musim hujan dan disebabkan oleh cendawan. Tongkol yang terkena penyakit ini akan memiliki ukuran tongkol yang lebih besar dari ukuran normal dan biji jagung berubah warna menjadi cokelat sawo matang. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul, pergiliran tanam, pengaturan jarak tanam, dan penyemprotan fungisida.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Cara Jitu Atasi Hama yang Sering Menyerang Pohon Jagung, Penasaran!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!

Pemberian Pupuk Tanaman Cabai

Untuk memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi, pohon cabai memerlukan pemupukan yang tepat dan sesuai dengan kondisi agar mampu memproduksi buah secara optimal. Pemupukan pada cabai bergantung pada jenis tanah dan sistem penanaman yang digunakan. Berikut ini trik jitu pemberian pupuk pada pohon cabai yang tepat dan menghasilkan produksi melimpah.

Pemupukan pada Sistem Monokultur

Penanaman cabai yang menggunakan sistem monokultur di lahan kering dapat diberikan pupuk dasar yang terdiri atas pupuk kandang sebanyak 20—30 kg/hektare dan TSP sebanyak 10—150 kg/hektare.

Pemberian pupuk kedua dilakukan pada saat sebelum tanam dan kemudian akan diberikan pupuk susulan yang terdiri atas urea 100—150 kg/hektare, ZA 300—400 kg/hektare, dan KCL 150—200 kg/hektare. Pupuk akan diberikan pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah masa tanam, masing-masing diberikan dosis 1/3.

Baca Juga:
Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!
Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!
Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!

Pemupukan pada Tumpang Gilir

Penanaman cabai yang dilakukan secara tumpang gilir bersama bawang merah di lahan sawah, dianjurkan untuk menggunakan pupuk sebagai berikut. Pemupukan untuk bawang merah dapat diberikan pupuk kandang sebanyak 10—20 ton/hektare dan TSP sebanyak 150—200 kg/hektare pada 7 hari sebelum ditanam bawang merah.

Pada umur 7 dan 25 hari diberikan urea sebanyak 150—200 kg/hektare, ZK 400—500 kg/hektare, dan KCL 150—200 ton/hektare dengan dosis ½.

Sementara, pupuk pohon cabai diberikan pupuk kandang sebanyak 10—15 ton/hektare dan TSP 100—150 kg/hektare, ZA 300—400 kg/hektare, dan KCL 100—150 kg pada umur 4, 7, 10 pekan setelah masa tanam cabai.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pemupukan dengan Sistem Mulsa

Penanaman cabai memang lebih bagus menggunakan mulsa. Hal ini untuk mencegah hilangnya unsur hara tanaman akibat penguapan dan pencucian, mengurangi tumbuhnya rumput, dan serangan serangga hama aphid dan mite.

Pupuk dasar pohon cabai yang dapat diberikan sebelum tanah ditutupi oleh mulsa adalah 310 kg ZA (atau 150 kg urea pada musim kemarau), 300 kg NPK Grand S-15 dan 100 kg Grand K Prill, serta 15—20 ton pupuk kandang yang sudah matang.

Pupuk susulan yang akan diberikan pada umur 20 hari setelah tanam adalah 5 kg Grand S-15 yang dilarutkan dengan 200 liter air untuk 800 tanaman dengan interval pemupukan 10 hari. Pada pupuk pohon cabai susulan yang ketiga, perlu ditambahkan dengan Grand K Kristal sebanyak 2 kg per 200 liter air.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Trik Jitu Pemberian Pupuk Pada Pohon Cabai yang Baik & Benar!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!

Cabe

Pohon cabai pada umumnya lebih cocok untuk tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia. Meskipun begitu, tanaman ini memerlukan persyaratan khusus agar berhasil tumbuh dengan baik. Berikut ini persyaratan yang dapat mendukung pertumbuhan pohon cabai.

Ketinggian Lokasi Kebun

Ketinggian lokasi lahan perkebunan berpengaruh terhadap jenis cabai yang akan ditanam. Ketinggian suatu daerah akan berpengaruh terhadap kondisi suhu di sekitarnya. Setiap kenaikan tinggi permukaan suatu lokasi sebanyak 100 m, akan mengakibatkan penurunan suhu udara sebesar 0,57 hingga 1 derajat Celsius.

Setiap jenis cabai memiliki kriteria ketinggian tertentu. Cabai paprika yang ditanam di daerah dataran rendah dengan tingkat suhu udara yang tinggi tidak akan bisa tumbuh dengan baik. Cabai paprika dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara sebesar 21—27°C pada siang hari dan pada malam hari sebesar 13—16°C.

Iklim

Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tingkat kelembapan suatu daerah juga akan tinggi. Tingkat kelembapan dapat memengaruhi intensitas bakteri Pseudomonas solanacearum yang merupakan bakteri penyebab tumbuhan cabai menjadi layu. Bukan hanya bakteri, lingkungan yang lembap juga mendukung pertumbuhan cendawan atau jamur penyebab penyakit pada pohon cabai.

Baca Juga:
Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!
Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!
6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!

Curah hujan yang sesuai dengan pohon cabai sekitar 600—1.250 mm per tahun, atau 50—150 mm per bulan. Hujan yang terlalu deras juga dapat menyebabkan bunga cabai rontok sehingga serangga tidak dapat melakukan penyerbukan.

Intensitas Cahaya

Saat tanaman cabai berbunga, tanaman sedang membutuhkan penyinaran cahaya yang cukup banyak. Tanaman yang tertutupi akan mengalami pertumbuhan yang terhambat. Namun, penyinaran terhadap pohon cabai juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Pohon yang terlalu lama menerima paparan sinar matahari juga akan tumbuh tidak baik. Intensitas cahaya yang ideal untuk tanaman cabai sekitar 60—75 persen.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Air

Keberadaan air menjadi peran penting dalam aktivitas pertanian. Lahan tanam yang mengalami kesulitan air atau kelebihan air hingga becek akan mengalami aerasi udara di dalam tanah sehingga menghentikan fungsi akar dan mematikan tanaman.

Tanah

Tanah tempat pohon cabai tumbuh harus subur dan kaya akan berbagai bahan organik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Namun, jenis tanah juga menentukan jenis tanaman cabai yang akan ditanam.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Syarat Tumbuh yang Harus Diperhatikan Saat Budidaya Cabai, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!

Cara Merawat Tanaman

Umumnya proses pemeliharaan dilaksanakan dengan penyiraman dan pemupukan. Sementara, untuk tanaman sayur dan buah memerlukan pengairan dan pemangkasan. Sangat penting untuk memelihara tanaman di polibag atau pot supaya tumbuhan berproduksi dengan baik dan memperoleh hasil yang lebih optimal. Berikut penjelasan singkat mengenai proses pemeliharaan tanaman.

Penyiraman

Dalam proses pemeliharaan yang paling utama dan pertama yaitu penyiraman terhadap tanaman. Penyiraman diperlukan untuk menjamin ketersediaan air bagi tanaman. Terlebih lagi ketika musim kemarau penyiraman sangat perlu untuk dilaksanakan. Dan bahkan, frekuensi penyiraman akan lebih banyak. Proses penyiraman dalam memelihara tanaman di polibag atau pot terbilang cukup gampang dilaksanakan karena tanaman bisa dipindah tempat.

Pemberian Pupuk

Pemupukan susulan pada tanaman sayuran seperti bayam, kangkung, dan selada bisa Anda laksanakan pada hari ke-15 sesudah tanaman ditanam. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Tahap pemupukan dilaksanakan dengan cara ditaburkan ke sulur media tanam dengan jumlah secukupnya.

Baca Juga:
Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!
6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!
Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak

Jika tanaman sudah diberi pupuk, hal selanjutnya yaitu tanaman ditaruh di tempat yang terpapar sinar matahari. Pada sore hari, pupuk bisa disiram bersamaan dengan menyiram tanaman. Hal ini bertujuan untuk penyerapan pupuk ke dalam tanah sehingga kandungan nutrisi yang ada di dalam pupuk terserap ke dalam akar.

Pemupukan untuk tanaman sayur buah seperti cabai, tomat, terung, dan lainnya bisa dilaksanakan ketika satu minggu sesudah penanaman. Dan dosis yang diberikan sebanyak satu genggam tangan.

Pengajiran

Tahap selanjutnya yaitu pengajiran yang merupakan proses pemasangan bilah bambu atau kayu pada polibag yang fungsinya untuk menjaga supaya batang tanaman tetap tumbuh tegak pada saat tanaman semakin membesar dan mulai memasuki masa produksi.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Proses pengajiran bisa dilaksanakan ketika tanaman masih kecil atau setelah bibit dipindahkan ke dalam polibag. Bilah bambu yang dipakai akan ditancapkan ke dalam tanah dan tanaman akan diikat menggunakan tali supaya tetap rapih. Umumnya tanaman yang dilaksanakan proses pengajiran yaitu seperti sayuran buah seperti tomat, cabai, dan terung.

Pemangkasan atau Perempelan

Dan yang terakhir yakni proses pemangkasan atau perempelan sama seperti pengajiran dilaksanakan untuk tanaman sayur buah seperti tomat dan cabai. Pemangkasan dilaksanakan untuk menghilangkan tunas air atau tunas yang tumbuh pada ketiak daun. Tujuannya adalah supaya tanaman fokus tumbuh di bagian tertentu. Tak hanya itu, untuk mengurangi risiko serangan hama penyakit karena tanaman terlalu rimbun.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Hasil Produksi Meningkat & Optimal dengan Proses Pemeliharaan Ini, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!

Budidaya Tanaman Cabai

Memperpanjang umur tanaman cabai bisa mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda bagi para petani. Petani tak perlu melaksanakan penanaman bibit yang kedua ataupun ketiga. Dengan begitu, petani bisa menghemat biaya penanaman. Yang artinya, petani bisa memperoleh keuntungan tiga kali panen dengan hanya sekali tanam.

Apabila petani melaksanakan perpanjangan umur tanaman cabai, pada masa panen kedua petani tak perlu mengeluarkan biaya tanam namun hanya biaya perawatan seperti pemupukan, pengobatan, serta tenaga kerja dan biaya pemeliharaan lainnya. Apabila ditotal, biaya yang dikeluarkan hanya 25% dari biaya penanaman.

Penyusutan produksi pada tanaman cabai yang dipanjangkan umurnya hanya berlangsung sekitar 15% dari total produksi pada periode pertama. Bila dilaksanakan dengan benar, penyusutan tak akan menjadi masalah. Hasil yang diperoleh masih akan tetap besar.

Pada periode panen ketiga, petani juga hanya akan mengeluarkan biaya perawatan tanaman cabai yang hanya 25% dari modal awal. Penyusutan produksi di panen ketiga ini terjadi sekitar 30%. Pada periode panen ini petani masih akan tetap memperoleh keuntungan yang besar.

Baca Juga:
6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!
Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak
Jangan Diabaikan, Ini Fase-fase Pemupukan Stroberi yang Harus Dipenuhi

Perpanjangan umur produktif tanaman cabai hanya efektif sampai periode panen ketiga. Apabila lebih dari itu, tanaman sudah tak akan produktif dan tak menguntungkan bagi petani. Mau tau bagaimana caranya silakan klik DISINI

Sesudah periode panen ketiga, tanaman akan terus berkembang dan mulai tak mampu tegak berdiri jadi membantukan tiang penyangga. Pada masa ini cabang pohon akan semakin meninggi dan merambat jadi menyatu dengan pohon yang berada di sebelahnya. Kondisi tanaman yang semakin rapat akan mengakibatkan tingkat kelembapan tinggi dan berujung dengan serangan hama karena tingkat kelembapan yang rendah.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Ketika kondisi tanaman sudah mulai terserang hama, petani juga harus mengeluarkan biaya pengobatan yang cukup besar. Ini karena hama gampang menyebar antara pohon satu dan yang lainnya. Oleh karena itu, pohon cabai hanya efektif dilaksanakan perpanjangan umur selama tiga kali periode panen saja.

Umur cabai setiap satu musim yaitu enam bulan. Dengan begitu, bila dilaksanakan perpanjangan, umur tanaman akan menjadi delapan belas sampai dua puluh bulan. Satu musim cabai bisa dipetik sebanyak enam belas sampai dua puluh petikan. Apabila umur cabai mencapai tiga musim, jumlah petikan yang dapat dilaksanakan oleh petani adalah enam puluh kali petikan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Kurangi Biaya Tanam Cabai dengan Metode Perpanjangan Umur, Mau Tau!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!

Sayuran Unik

Tak banyak orang tahu, ada beberapa jenis sayuran unik di dunia ini. Keberadaan sayuran unik ini tak banyak dikulik sebab bentuknya yang masih belum bisa diterima oleh umum. Alasan ynag lainnya juga karena budidaya sayuran ini belum begitu luas dan dibudidayakan dalam jumlah banyak. Akan tetapi, bagi masyarakat lokal setempat, sayuran ini bisa diolah menjadi hidangan lezat yang kaya akan kandungan zat gizi.

Romanesco

Romanesco

Hampir mirip seperti bunga kol, sayuran ini mempunyai warna hijau cerah yang mencolok. Bisa dibilang romanesco masih berkerabat dengan bunga kol itu sendiri. Meskipun tak populer, sayuran ini kaya akan berbagai kandungan yang baik bagi tubuh. Mulai dari vitamin C, vitamin K, serta kandungan yang lainnya.

Daikon

Daikon

Sepintas, penampilan daikon hampir mirip dengan wortel. Hanya saja, rasanya lebih pedas dan dipakai pada beberapa jenis masakan Asia. Sayuran ini mengandung vitamin C, kalium, tembaga, dan asam folat yang baik bagi perkembangan manusia.

Dulse

Dulse

Dulse merupakan salah satu jenis rumput laut yang ada di wilayah Atlantik Utara. Oleh masyarakat setempat, tumbuhan ini dipakai sebagai bahan baku masakan. Salah satu olahan dulse yang paling diminati yaitu sup casserole. Kandungan vitamin B pada rumput laut ini cukup tinggi. Bukan hanya itu, dulse juga mengandung serat dan merupakan sumber protein.

Baca Juga:
Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak
Jangan Diabaikan, Ini Fase-fase Pemupukan Stroberi yang Harus Dipenuhi
Ternyata Ini Alasan Udang Vaname Banyak Dibudidayakan!

Mashua

Mashua

Di daerah Amerika Selatan kaya akan tanaman ini. Mashua merupakan umbi berwarna kuning, merah, dan ungu yang dipakai sebagai lalapan alias dimakan mentah-mentah oleh penduduk lokal setempat. Rasanya sedikit pedas menjadikan umbi ini banyak diminati.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Yardlong

Yardlong

Salah satu diantara varian kacang polong hijau ini adalah tanaman yang tumbuh subur di daratan Cina. Tak heran jika nama lain bagi yardlong merupakan kacang panjang Cina. Umumnya, sayuran ini diolah dengan cara dicampur dalam masakan tumisan khas Tiongkok.

Shampire

Shampire

Bentuk dari shampire ini hampir mirip dengan asparagus. Sebutan bagi sayuran ini merupakan asparagus laut. Shampire sering dipakai sebagai sayuran pelengkap pada berbagai hidangan olahan ikan. Di Ingris, acar shampire dipakai sebagai tambahan menu salad.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “6 Jenis Sayuran Unik di Dunia, Ternyata Kaya Akan Kandungan Zat Gizi Loh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak

Rumput Pakan Ternak

Jenis rumput yang dipakai sebagai pakan ternak sangatlah beragam. Umumnya para peternak menggunakan jenis rumput khusus pakan ternak karena gampang ditemukan dan mempunyai kandungan nutrisi yang tepat. Nah, berikut ini 4 jenis rumput pakan ternak berkualitas untuk memenuhi keperluan harian ternak Anda.

Rumput Raja

Tanaman dengan nama ilmiah Pennisetum purpureophides merupakan salah satu jenis rumput yang membentuk rumput. Keunggulan dari rumput raja jika dibandingkan dengan rumput lainnya adalah daya adaptasinya yang baik, termasuk di daerah tropis Indonesia. Dan rumput raja ini juga merupakan rumput yang paling banyak dibudidayakan bersama dengan rumput gajah.

Rumput Raja

Rumput raja juga mengandung serat kasar yang cukup banyak, yakni sampai 32,6%. Bukan hanya itu, kandungan protein kasar rumput raja juga cukup tinggi sebesar 15,67%. Produktivitas rumput raja mampu mencapai 200—300 ton per hektare setiap tahunnya.

Baca Juga:
Jangan Diabaikan, Ini Fase-fase Pemupukan Stroberi yang Harus Dipenuhi
Ternyata Ini Alasan Udang Vaname Banyak Dibudidayakan!
Mengenal Tanaman Buah Kawista yang Belum Banyak Orang Tau!

Rumput Gajah

Pennisetum purpureum umumnya disebut sebagai rumput gajah. Rumput jenis ini biasanya ditanam bersama dengan rumput raja. Untuk keunggulannya bila dibandingkan dengan rumput lain yaitu daya adaptasinya yang baik serta tahan kering. Rumput ini juga mempunyai produktivitas tinggi, yakni 200—250 ton per hektare per tahun.

Rumput Gajah

Rumput gajah juga sangat digemari sebagai pakan ternak sebab merupakan sumber serat kasar dengan kandungannya yang mencapai 34,2%. Tak hanya itu, rumput gajah juga mengandung protein sekitar 10,2%. Di Indonesia, Anda bisa melaksanakan perbanyakan rumput gajah dengan cara setek.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Rumput Gajah Dwarf

Rumput gajah dwarf adalah salah satu varian dari rumput gajah, dan umumnya disebut sebagai rumput gajah odot. Untuk nama latin dari rumput ini yaitu Pennisetum purpureum cv. Mott. Rumput ini asalnya dari Filipina dan merupakan salah satu rumput unggul.

Rumput Gajah Dwarf

Rumput gajah dwarf mempunyai kandungan serat kasar sebesar 33,5% dan protein kasar sebesar 8,3%. Rumput ini juga digemari oleh hewan ternak sebab struktur daun muda yang mempunyai banyak ruas daun.

Rumput BD

Dan yang terakhir, jenis rumput pakan ternak yang cukup populer adalah rumput BD atau rumput signal. Nama latin dari rumput ini yaitu Brachiaria decumbens. Keunggulan dari rumput ini adalah tahan injakan, pertumbuhannya cukup cepat, tahan kekeringan, toleran pada lahan kritis, serta cocok ditanam di daerah tropis. untuk kandungan serat kasarnya sekitar 30%—35% dengan protein kasar sebanyak 6%—10%.

Semoga dengan adanya ulasan mengenai “Mengenal 4 Jenis Rumput Berkualitas Untuk Pakan Ternak” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Jangan Diabaikan, Ini Fase-fase Pemupukan Stroberi yang Harus Dipenuhi

Fase Pemupukan Stroberi

Semua jenis tanaman membutuhkan pemupukan supaya pertumbuhannya lebih optimal. Tak terkecuali dengan tanaman stroberi. Pemupukan stroberi dilaksanakan supaya buah yang dihasilkan berkualitas unggul. Penting untuk memerhatikan kapan saja waktu yang tepat untuk pemberian pupuk ini supaya nutrisi yang diserap lebih optimal.

Pertama, Anda harus melaksanakan pemupukan pada lahan yang akan digunakan, baik lahan untuk penyemaian bibit ataupun lahan untuk budidaya stroberi. Ketika menyiapkan lahan, berikan pupuk kandang sebanyak 20—40 ton per hektare yang dicampur dengan kapur.

Bukan hanya itu, penyiapan benih juga memerlukan pupuk sebagai pemberi nutrisi. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk kandang ataupun pupuk kompos halus. Pupuk ini dikombinasikan dengan media tanam lain, yakni tanah dan sekam padi atau pasir. Gunakan perbandingan 1:1:1 untuk media tanam.

Benih stroberi yang sudah tumbuh kemudian ditanam pada lahan yang sudah disiapkan. Pemberian pupuk akan menutrisi pertumbuhan tanaman dengan lebih optimal. Akan tetapi, pemberian pupuk bagi tanaman stroberi tak hanya berhenti di sini.

BACA JUGA:
Ternyata Ini Alasan Udang Vaname Banyak Dibudidayakan!
Mengenal Tanaman Buah Kawista yang Belum Banyak Orang Tau!
Yuk Intip Tips & Trik Wujudkan Kebun Buah di Lahan Sempit

Tanaman berbuah manis-asam ini mempunyai beberapa fase pertumbuhan yang bisa ditandai secara kasat mata. Setiap fase mempunyai keperluan nutirisi yang berbeda. Mulai dari awal tumbuh sampai berbuah, kebutuhan nutrisi ini harus disesuaikan.

Fase pertama merupakan fase pertumbuhan vegetatif. Fase ini terjadi pada 2 minggu sesudah benih stroberi ditanam dan berakhir menjelang umur tanaman menginjak dua bulan. Jenis pupuk yang diberikan yaitu pupuk NPK.

Larutan pupuk NPK untuk tanaman stroberi diperoleh dengan melarutkan 2 gram NPK pada 1 liter air. Sebaiknya, gunakan pupuk NPK dengan perbandingan N yang lebih tinggi, misalnya 32:10:10. Siramkan pupuk ini sebanyak 100—150 mililiter pada setiap tanaman di sekitar area akar. Laksanakan pemupukan stroberi setiap 2—4 minggu sekali.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Fase kedua adalah fase pembungaan. Gunakan pupuk NPK sebanyak 4 kilogram dengan unsur seimbang antara nitrogen, fosfor, dan kalium. Dengan dosis tersebut, Anda harus melarutkannya dalam 200 liter air. Pemupukan stroberi pada fase ini dilakukan setiap 2—4 minggu sekali.

Fase ketiga merupakan pembesaran dan pematangan buah. Pupuk dengan kandungan kalium yang tinggi lebih direkomendasikan pada tahap ini, misalnya KNO3. Tujuannya adalah untuk memperbesar ukuran buah. Agar rasa buah stroberi manis, tambahkan pula semprotan pupuk dengan kandungan magnesium atau kiserti. Terakhir, tetap gunakan pupuk mikro lengkap untuk memenuhi kebutuhan unsur mikro. Pemupukan ini terutama dilakukan di fase awal saat pertumbuhan vegetatif.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Jangan Diabaikan, Ini Fase-fase Pemupukan Stroberi yang Harus Dipenuhi dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ternyata Ini Alasan Udang Vaname Banyak Dibudidayakan!

Alasan Budidaya Udang Vaname

Saat ini budidaya udang vaname sedang banyak digeluti oleh para penambak. Salah satu daerah yang sangat getol menggalakkan budidaya udang vaname ini yaitu Buol, Sulawesi Tengah. Hal ini karena banyak keungggulan budidaya udang vaname.

Di daerah Buol sendiri, udang vaname awalnya dibudidayakan karena merupakan salah satu dari 3 program unggulan Badan Kerja Sama Utara atau BKSU. Sekarang, Buol menjadi salah satu daerah potensial pengembangan udang jenis ini dan bahkan sudah terbagi menjadi beberapa klaster.

Sistem klaster yang dianut oleh daerah budidaya ini bisa meningkatkan efisiensi input produksi. Daya saing di pasar juga akan meningkat. Bukan hanya itu, sistem klaster yang diterapkan di kalangan pembudidaya bisa meminimalkan terjadinya penyakit dan mempermudah manajemen transfer teknologi sampai ke tangan pembudidaya.

Udang vaname mempunyai nama Latin Litopenaeus Vannameio. Sebutan lain bagi udang konsumsi ini yaitu pasific white shrimp, west coast white shrimp, dan camaron blanco langostino. Untuk nama resmi dari udang vaname sendiri yaitu white leg shrimp, crevette pettes blanches, dan comoron pattiblanco.

BACA JUGA:
Mengenal Tanaman Buah Kawista yang Belum Banyak Orang Tau!
Yuk Intip Tips & Trik Wujudkan Kebun Buah di Lahan Sempit
Ternyata, Ini 6 Manfaat Mikoriza Bagi Kesuburan Tanaman

Sekilas, bentuk dari udang ini hampir sama dengan udang budidaya pada umumnya. Morfologi udang vaname terdiri atas bagian kepala yang menyatu dengan bagian dada. Bagian ini sering juga disebut sebagai cephalothorax. Bagian yang menyatu ini terdiri atas 13 ruas, di mana 5 ruas adalah bagian kepala dan sisanya berada di bagian dada.

Bagian badan dan abdomen dari udang vaname terdiri atas 6 ruas. Badan ini dilengkapi dengan sepasang anggota badan atau kaki renang. Sementara, bagian kepala udang sendiri terlindungi dari cangkang yang berbentuk runcing. Cangkang ini disebut cucuk kepala atau sering sekali disebut rostum.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Awalnya, udang ini berasal dari daerah Amerika dan Hawai. Dan sekarang, persebarannya sudah banyak ditemui di berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia yang meliputi daerah Buol. Tambak udang vaname terus meluas sejak pertama kali dikenalkan pada 2002 silam.

Salah satu diantara keunggulan yang menonjol dari udang ini yaitu daya adaptasinya yang tinggi. Udang vaname mempunyai kepadatan tebar yang tinggi. Dengan begitu, udang ini sangat tahan pada berbagai goncangan lingkungan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Ternyata Ini Alasan Udang Vaname Banyak Dibudidayakan! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Mulsa Plastik untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3